ArtikelSERBA - SERBI

Kesalahan Klasik Yang Sering Dilakukan Orangtua Yang Baru Memiliki Bayi

kesalahan klasik yang sering dilakukan orangtua yang baru memiliki bayi

Kesalahan klasik yang sering dilakukan orangtua yang baru memiliki bayi – Menjadi orangtua adalah pekerjaan terlihat mudah namun sebenarnya tidak semudah yang terlihat. Apalagi jika Anda adalah seorang ibu atau ayah yang baru, banyak kesalahan-kesalahan yang tanpa disadari telah Anda lakukan. Hindari kesalahan-kesalahan tersebut dengan mengenali 9 kesalahan klasik yang sering dilakukan bagi orang tua berikut ini:

  1. Terlalu percaya dengan semua yang Anda dengar

Pada minggu-minggu pertama bayi baru lahit, tentu ada banyak hal-hal baru yang tidak Anda ketahui. Kebanyakan orang tua baru akan mencari saran dari orang yang (dianggap) berpengalaman. Orang-orang terdekat seperti kakak, orang tua, mertua, sahabat, juga seringkali dengan sukarela memberikan berbagai macam saran baik diminta maupun tidak. Tentu ada hal yang dapat Anda terima, tapi tidak sedikit dari saran-saran tersebut yang sebaiknya Anda cari tahu lagi keakuratannya sebelum melakukan saran tersebut. Jangan terlalu percaya dengan semua yang Anda dengar, gunakan insting, kata hati Anda dan terutama ‘dengarkan’ bayi Anda. Setiap orang tua memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengasuh anaknya.

  1. Membandingkan bayi Anda dengan bayi lainnya

Jika bayi Anda belum bisa merangkak, jangan berkecil hati melihat bayi orang lain sudah bisa melakukannya. Membanding-bandingkan hanya membuat Anda dan anak merasa tertekan. Ingat, setiap anak memiliki tumbuh kembang yang berbeda satu dengan lainnya.

  1. Mengajak bayi Anda jalan-jalan tanpa ada batasan

Mengajak bayi berjalan-jalan sore, berekreasi, atau sekedar mengajak ke sebuah pusat perbelanjaan, sah-sah saja. Tetapi jangan terlalu sering dan dilakukan tanpa batasan waktu, juga tidak tepat. Tidak sama dengan orang dewasa, bayi memerlukan waktu lama untuk beristirahat, merasa nyaman dengan satu lingkungan dan perlindungan dari paparan luar yang berlebihan.

  1. Mengabaikan pasangan Anda

Meskipun telah menjadi orang tua, pernikahan tetaplah prioritas. Jangan karena terlalu sibuk mengurus bayi lalu Anda mengabaikan pasangan. Luangkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama pasangan seperti berkencan atau sekedar meluangkan waktu berduaan di rumah sambil bermesraan.

  1. Tidak ingin berbagi beban atau menerima bantuan orang lain

Baru memiliki anak biasanya membuat seseorang tertekan yang sering dikenal dengan baby blues syndrome. Apalagi jika sebelumnya Anda tidak terbiasa berurusan dengan anak atau bayi. Saat mengalami kondisi ini, jangan memendam perasaan sendiri. Bagikan pada pasangan atau orang terdekat seperti orang tua dan saudara-saudara Anda. Jika perlu, minta bantuan dari orang lain dalam hal-hal tertentu ketika Anda kelelahan dan tidak bisa mengurus bayi Anda. Orang tua dan saudara juga pasti senang membantu Anda mengurus bayi sebentar dan membantu Anda untuk recovery dari kelelahan pasca melahirkan dan merawat bayi baru lahir.

  1. Tidak tidur siang

Kebayakan bayi tertidur di siang hari dan bangun di malam hari hingga pagi. Karenanya di awal kelahiran bayi, siasati waktu istirahat Anda dengan mengikuti pola tidur bayi. Curi-curilah waktu untuk tidur di siang hari dan jangan terlalu memforsir diri melakukan aktifitas yang berat di siang hari. Ini dapat membantu mempersiapkan diri lebih fit untuk terjaga di malam hari ketika bayi terjaga.

  1. Stres akan hal-hal kecil

“Apakah saya memberikannya cukup ASI?”, “Apakah harus membeli stroller yang bisa menghadap saya?”, “Bagaimana kalau dia tidak menyukai makanannya?” Namanya orang tua baru, ada saja kekhawatiran untuk hal-hal besar hingga kecil seperti ini. Namun jangan sampai kekhawatiran tersebut membuat Anda stres berlebihan ya!

  1. Tidak memperhatikan diri sendiri

Meskipun waktu Anda akan lebih banyak tercurah bagi bayi. Jangan sampai Anda lupa memperhatikan diri sendiri. Sesekali manjakan diri Anda di salon perawatan, makan makanan yang Anda sukai, nonton film favorit Anda dan sebagainya.

  1. Belanja terlalu banyak

Bagi beberapa orang tua, kebutuhan anak sangatlah penting. Terkadang melihat barang, mainan atau baju yang lucu untuk anak langsung dibeli tanpa berpikir panjang lebar. Meskipun mencari uang untuk anak, bukan berarti Anda perlu menghambur-hamburkan uang untuk belanja ini dan itu. Pergunakan uang dengan bijaksana, pilih yang benar-benar dibutuhkan ketimbang diinginkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *