IBU HAMIL & JANIN

Sebenarnya, Apakah Wanita Hamil Boleh Kendarai Sepeda Motor?

Apakah Wanita Hamil Boleh Kendarai Sepeda Motor

Ibu hamil harus menjaga kondisi kandungannya. Baik dengan makan makanan yang bergizi atau aktivitas yang tidak berlebihan. Apalagi saat usia kehamilan di trimester pertama yaitu 1-3 bulan. Risiko keguguran cukup tinggi. Lalu bagaimana jika ibu hamil mengendarai atau membonceng sepeda motor? Apakah membahayakan janin?

Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading dr. Boy Abidin menjelaskan aktivitas selama kehamilan memang dibatasi namun bukan berarti tak boleh beraktivitas sama sekali. Dia sering memberikan saran kepada bumil semua aktivitas tergantung pada bahasa tubuh ibu.

“Jika ibu merasa nyaman dengan aktivitasnya, itu boleh. Tapi kalau ibu merasa lelah capek, sebaiknya hentikan,” katanya

Termasuk mengendarai sepeda motor, Boy menilai selama ibu merasa nyaman maka hal itu boleh saja dilakukan. Saat hamil mood wanita memang berbeda satu dan yang lain.

“Boleh saja naik motor saat ibu hamil, sekali lagi kalau ibunya merasa nyaman. Tiap orang kan berbeda, ada orang yang hamil inginnya jalan-jalan, ada orang yang hamil inginnya di kamar terus. Ikuti bahasa tubuhnya, bahasa tubuh lebih jujur,” tuturnya.

Apakah Wanita Hamil Boleh Kendarai Sepeda Motor
Apakah Wanita Hamil Boleh Kendarai Sepeda Motor

Karena itu Boy seringkali membuatkan surat izin bagi bumil yang bekerja bagi kantornya. Hal itu karena suasana bumil sensitif selama kehamilan. “Misalnya hari ini lagi enggak mood malas bekerja, kita bantu bikin surat untuk di rumah beristirahat,” tuturnya.

Hentakan saat mengendarai motor, menurut Boy hal itu sudah tidak begitu mempengaruhi kandungan. Menurutnya Tuhan sudah membuat kemasan yang sempurna pada kandungan. Sehingga rahim memiliki otot yang tebal dan tahan guncangan kecuali jika terkena benturan yang keras atau terjatuh yang cukup parah.

“Rahim itu ada otot yang tebal, ada cairan ada ketuban, plasenta. Jadi goncangan yang masih dalam batas wajar enggak masalah, kecuali goncangan berat ya kecelakaan, jatuh atau terpukul. Kalau ringan saja sih aman saja. Naik tangga pun selama ibunya nyaman dan tidak terlalu lelah boleh saja,” katanya.

Sumber : http://www.jawapos.com/

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *